AZMA D'LUVERS. Powered by Blogger.

Dengar-dengarkan...

Friday, April 8

AKU KESAL TAU X !!! KESAL !!!!


Dalam hidup ini kita sering menyesali segala ketelanjuran kita.. dan hari ini aku ingin berkongsi dengan kalian puisi indah ini... Terima Kasih kepada Saudara Tseni yg sering memberi ilham kepada
saya untuk menjadi pengkarya seni sepertinya...


...T.E.R.I.M.A.L.A.H...




BICARA TENTANG KESAL



bercerita tentang sebuah kesal sangat melelahkan

mencari noktahnya bukan semudah melepas titik mata pena

entah apa warna tinta yang sesuai pun juga jadi tanda tanya

persoalan tak terjawabkan dengan keluh hembus nafas
ada suara-suara teman yang berkata untuk apa diingat lagi silam

lepas hamburkan saja biarkan bertaburan di mana-mana

sungguh bicara itu menenangkan rasa, tapi bukan mudah

tak tertanggung lelah dan payah memberat dalam dada

tak semudah bicara teman melepas suara dengan tangan terbuka.

kesal ini jadi lembar-lembar usang tak mahu mereput

meski tindihnya berlapis melapisi dengan sengsara sebuah kisah

warna-warna kusam tak juga jadi penenang rasa jadi penawar
apa juga yang singgah pada hayat tika ini segalanya terasa hambar

berkira-kira juga nanti agar kesal bukan jadi medan tuduh-menuduh pada diri

dan masih juga , tetap juga yang tertuduh adalah hati

dan tetap juga , hati berkata segala ini berpunca dari minda

dan minda berkata , segalanya terdorong pada ingin
ingin menuding , nafsu tak terkendali

nafsu berpaling , sila tanya pada hati

hati menengking , tanyakan pula pada diri.

apa mungkin bicara kesal adalah bicara diri, bukan hati

sejujurnya yang dikesalkan tentang apa

tentang musim berganti musim yang tetap datang perginya

tentang surut dan pasang pastinya bukan daya untuk menahan

tentang kelopak yang tetap juga gugur tak mampu mengekal pada mekar

tentang hujan yang tiba-tiba berhenti membasah kontang menghampar segar

tentang lagu-lagu hilang irama tanpa tingkah sebuah suara biduan

kesal membina kota dan sempadan sebuah tenang rasa manusia

sering saja terungkap segalanya takdir yang tertulis , untuk kita?

begitu mudah takdir jadi penawar tanpa timbangtara, fitrah

ada juga yang berkata sebagai ‘rencana hayat tak tertahankan’

sama ertinya bagai ‘ketentuan hakikat diri yang rencam’

serupa mungkin , bicara tentang kesal adalah bicara silam

mendasarinya pasti lemas bagai terdampar pada lubuk yang paling dalam.





-tseni sastrowardoyo.//07042011.// 0146pagi
kuala lumpur.

0 notis:

Post a Comment